06 December 2015

Merindu Pedih di Musim Adven

Dari sejumlah "Calvinist sejati" yang kukenal dan kuamati selama ini, semakin kusadari bahwa pemahamanku tentang "Desember ceria" ternyata perlu diluruskan. Ia bukan sekadar "Bulan Natal" dan "Bulan Pohon Terang." Yang dominan pada bulan-bulan itu seharusnya suasana adven, suasana merindu yang pedih, tetapi juga penuh pengharapan.

Kalender gerejawi menunjukkan bahwa minggu-minggu Adven adalah empat hari Minggu sebelum 25 Desember yang dihayati sebagai masa penantian akan kedatangan Sang Penebus. Kerinduan akan kedatanganNya membubung, tetapi pada saat yang sama, kita juga menghayati kepedihan hidup dalam kungkungan dosa. Manusia tak hanya meronta karena sakit dan pedihnya hidup, tetapi juga meneriakkan ratap penyesalan.

Warna-warni Palsu Menjelang Natal

Minggu-minggu Adven adalah empat hari Minggu sebelum 25 Desember. Masa Adven kita hayati sebagai masa penantian yang penuh pengharapan dan kerinduan akan kedatangan Yesus Kristus, Sang Penebus.

Tema Natal GKI Sarua Indah tahun 2015 ini ialah “ Bersukacitlah karena Keselamatanmu Sudah Datang.” Melalui tema tersebut, diharapkan muncul kesadaran gereja Tuhan untuk terus menghadirkan kesukacitaan yang sudah dinyatakan Allah melalui kehidupan gereja yang apresiatif.

Agar kita, sebagai jemaat, dapat lebih menghayati masa-masa Adven, sekaligus mempersiapkan diri merasakan kehadiran Tuhan dalam perayaan Natal, ada empat langkah yang mewarnai ibadah. Empat langkah itu adalah (1) Kemuraman, (2) Tawaran Dunia, (3) Mencari Sang Bintang, (4) Sang Terang Hadir.

29 November 2015

Ibadah Bersuasana Muram Menjelang Natal

Minggu-minggu Adven adalah empat hari Minggu sebelum 25 Desember. Masa Adven kita hayati sebagai masa penantian yang penuh pengharapan dan kerinduan akan kedatangan Yesus Kristus, Sang Penebus.

Tema Natal GKI Sarua Indah tahun 2015 ini ialah “Bersukacitlah karena Keselamatanmu Sudah Datang.” Melalui tema tersebut, diharapkan muncul kesadaran gereja Tuhan untuk terus menghadirkan kesukacitaan yang sudah dinyatakan Allah melalui kehidupan gereja yang apresiatif.

Agar kita, sebagai jemaat, dapat lebih menghayati masa-masa Adven, sekaligus mempersiapkan diri merasakan kehadiran Tuhan dalam perayaan Natal, ada empat langkah yang mewarnai ibadah. Empat langkah itu adalah (1) Kemuraman, (2) Tawaran Dunia, (3) Mencari Sang Bintang, (4) Sang Terang Hadir.

Mulai Minggu ini, langkah-langkah tersebut akan tampak dalam suasana ibadah. Berikut ini disuguhkan penjelasan makna langkah pertama, Kemuraman, dan akan dilanjutkan dengan penjelasan makna-makna langkah lainnya Minggu selanjutnya.

Kemuraman

Judul  Kemuraman dipakai untuk menunjukkan realitas kehidupan kita yang penuh dengan kemuraman. Kemuraman ini coba ditampakkan lewat suasana dan dekorasi liturgi adven pertama, misalnya dengan:

15 November 2015

Alkitab Tidak Mencatat Tanggal Kelahiran Yesus

Alkitab tidak pernah mencatat hari dan tanggal kelahiran Yesus. Bahkan tidak ada sumber-sumber tulisan dalam sejarah gereja yang bisa memastikan tanggal kelahiran Yesus.Yang disaksikan oleh Alkitab kepada kita adalah berita kelahiran Yesus.

Lukas 28 mencatat bahwa pada malam kelahiran Yesus para gembala tinggal di padang menjaga kawanan ternak mereka pada waktu malam. Hal ini memberikan petunjuk bahwa kelahiran Yesus bukan terjadi pada bulan Desember yang adalah musim dingin di Israel.

14 November 2015

Berlatih Lektor Sambil Menyetrika


Tadi pagi Irna Kurniarini Siadari kembali mendapat giliran menjadi petugas lektor I. Ia bertugas membacakan I Samuel 4-20 yang menjadi bacaan pertama  pada ibadah Minggu itu.

Bacaan lainnya adalah Ibrani 10:1-25 dibacakan oleh Pnt Meilina Manurung, dan Markus 13:1-8 dibacakan oleh Pdt Yerusa Maria Agustini yang juga berkhotbah. Sedangkan Mazmur tanggapan kali ini tidak diambil dari Mazmur, melainkan memakai doa Hana pada 1 Samuel 2:1-10. Yang bertugas membacakannya Ibu Effi Kurnia.

Bertugas sebagai lektor bagiku sering menghadirkan ketegangan tersendiri. Takut salah, takut tak jelas, takut tak terdengar dan banyak takut-takut lainnya. Walaupun sudah pernah mengikuti pembinaan/pelatihan lektor, tetap saja ada rasa dagdigdug itu. Apalagi bila menyadari, cara membaca kita sedikit banyak akan turut juga mempengaruhi mood para pendengar.

08 November 2015

Just A Closer Walk with Thee

Ketika dalam kebaktian tadi kami mulai menyanyikan PKJ No 129, "Kau Perkasa Ku Lemah" sempat terlintas di pikiranku, ini pasti lagu yang diadaptasi dari lagu Simalungun. Soalnya, nadanya yang berligato pada tiap bagian akhir baris, sangat mirip dengan lagu-lagu tradisional Simalungun.

Tetapi ketika aku kemudian membuka buku nyanyian, nyatalah bahwa itu bukan lagu Simalungun. Nyanyian Rohani PKJ 129 diterjemahkan oleh Yamuger tahun 1999 dari nyanyian asli yang berjudul "I am Weak, but Thou art Strong." Judul lain yang juga disematkan pada lagu ini adalah "Just A Closer Walk with Thee."

Lagu ini tidak diketahui siapa penciptanya. Tetapi ia sangat populer. Ia salah satu nyanyian rohani tradisional AS yang paling banyak dimainkan oleh berbagai artis, baik dengan vokal maupun dengan instrumental. Ia juga paling banyak dikumandangkan sebagai lagu pemakaman dalam irama jazz New Orleans tradisional.

01 November 2015

Ukuran Sukses Gereja

Gereja adalah sebuah komunitas spiritual. Yaitu kumpulan orang-orang yang secara sukarela bergabung dengan komitmen yang mendalam untuk memelihara keintiman dengan Tuhan. Orang-orang yang menjadi anggota komunitas spiritual itu menjadikan Tuhan pusat pertimbangan dalam  menjalani kehidupan sehari-hari dan dalam mengambil keputusan. Bahkan  terus ingin berjumpa dengan Tuhan serta dengan penuh rasa takjub atas intervensi-Nya.

Ukuran keberhasilan gereja ditentukan oleh dampak spiritualitasnya. Gereja berhasil bila semakin banyak warganya merasakan keintiman hubungan dengan Allah yang mencipta, menebus dan menghiburnya.  Pada sisi lainnya gereja berhasil bila dampak dari hidup spiritual atau keintiman tadi terasa oleh orang-orang di luar lingkungannya.

Jadi ukuran sukses gereja bukan karena ukuran jumlah warganya, kemegahan gedungnya, atau besarnya dana yang dimiliki dalam tabungan mereka.

Mengenal Gereja Calvinis

Dalam kehidupan gereja-gereja Protestan dikenal adanya banyak denominasi (aliran) seperti Calvinis, Lutheran, Mennonite, Anabaptis.

GKI adalah salah satu gereja yang mewarisi tradisi Calvinis. GKI sering disebut sebagai gereja Calvinis.

Apakah artinya?

Gereja-gereja Calvinis adalah gereja-gereja yang mewarisi ajaran-ajaran Johannes Calvin, seorang reformator dari Swiss (1509-1564). Aliran atau denominasi Calvinis lebih sering disebut Reformed atau pun Presbyterian.

31 October 2015

Percakapan Gerejawi dengan yang akan Menikah

Tadi bersama ibu pendeta, aku ikut melakukan percakapan gerejawi dengan sepasang calon suami-istri yang akan diteguhkan pernikahannya di gereja kami. Ini kedua kalinya kami melakukan percakapan gerejawi dalam dua minggu ini. Pekan lalu kami juga mengadakan percakapan gerejawi dengan calon suami-istri lainnya.

Secara umum percakapan gerejawi termasuk dalam percakapan dalam rangka penggembalaan majelis jemaat kepada jemaat. Ada pun percakapan gerejawi dengan anggota yang akan menikah bertujuan untuk "mengadakan pemeriksaan kepada calon mempelai tentang kesiapan calon untuk melangkah ke dalam kehidupan yang baru sebagai suami istri."

Percakapan, sebagaimana layaknya percakapan, tentulah berlangsung dua arah. Namun, agar ia berlangsung dengan lancar sesuai tujuan, ada panduan pertanyaan yang telah disusun untuk dipercakapkan. Dari bercakap-cakap itu kemudian dihasilkan rekomendasi untuk dilaksanakan terkait dengan rencana pernikahan calon.

25 October 2015

Ibadah Pengajaran oleh Pdt Tabita



Untuk pertama kalinya pada hari Minggu 25 Oktober 2015, gereja kami melaksanakan Ibadah Pengajaran dengan pokok pengajaran Keikutsertaan Anak dalam Perjamuan Kudus. 

Ia disebut Ibadah Pengajaran karena ibadah itu difokuskan untuk mengajarkan satu tema tertentu. Pengajaran mengambil porsi waktu yang paling banyak dalam ibadah. Termasuk disediakannya waktu untuk bertanya bagi anggota jemaat dan pendeta menjawab pertanyaan tersebut.

"Keikutsertaan Anak dalam Perjamuan Kudus" dipilih sebagai topik karena dianggap hal itu perlu disosialisasikan.sehingga apabila gereja kami memutuskan akan melaksanakan Perjamuan Kudus yang mengikutsertakan anak, hal itu benar-benar didasarkan pada pemahaman yang utuh dan benar oleh seluruh warga jemaat.

Keikutsertaan Anak dalam Perjamuan Kudus

Jack Seymor mendefinisikan pendidikan Kristjiani sebagai “Suatu percakapan untuk kehidupan, suatu pencarian untuk menggunakan sumber-sumber iman dan tradisi-tradisi budaya untuk bergerak ke arah masa depan yang terbuka terhadap keadilan dan pengharapan.  Pendidikan Kristiani bukan sekadar mengajarkan dan menghafalkan serta mengulang-ulang statement atau kalimat-kalimat pernyataan iman dari orang-orang Kristen abad lamapu, menghafal ayat-ayat dan cerita-cerita Alkitab. Pendidikan Kristiani mempertemukan sumber-sumber iman (Alkitab, Ajaran dan tradisi gereja) dengan tradisi budaya (tidak hanya budaya suku-suku, tapi cara hidup atau budaya masa kini), untuk melakukan pembaharuan ke arah masa depan yang lebih sesuai dengan pemerintahan Allah.

18 October 2015

Ibadah Pengajaran

Pada hari Minggu 25 Oktober 2015, GKI Sarua Indah akan melaksanakan Ibadah Pengajaran tentang Keikutseraan Anak dalam Perjamuan Kudus. Ibadah tersebut akan dilayani oleh Pdt Tabita Kartika Christiani dari STT Duta Wacana Yogyakarta.

Apa itu Ibadah Pengajaran?

Salah satu gereja yang telah melaksanakan Ibadah Pengajaran dengan tema serupa adalah GKI Pondok Indah. Ibadah Pengajaran yang dilaksanakan pada 3 Mei 2015  dilayani oleh Pdt Joas Adiprasetya.

Menurut Pdt Joas, Ibadah Pengajaran adalah ibadah yang fokus pada khotbah (preaching) yang bergabung dengan pengajaran (teaching). Menurut dia, Bapa Gereja, John Calvin, dulu juga sering melakukan Ibadah Pengajaran.

14 October 2015

Khotbah di PS Ekklesia


Pagi tadi saya mendapat tugas membawa renungan pada acara gathering keluarga Paduan Suara Ekklesia GKI Sarua Indah. Berikut ini selengkapnya draft naskah renungan yang saya siapkan tiga hari sebelumnya.

Keajaiban dalam Gerak Lambat

Nats: Roma 15: 22-32

Ada kalimat mutiara dalam Bahasa Inggris yang berkata, you can close your eyes to the realities, but you can't close your eyes to the memories. Kita dapat menutup mata terhadap kenyataan, tetapi kita tidak dapat menutup mata pada kenangan.

Saya bisa menutup mata agar tidak melihat pohon-pohon dan daun-daun di sekitar kita pada saat ini. Tetapi saya tidak bisa menutup mata terhadap kenangan ketika, misalnya, dulu di masa kecil, saya dimarahi oleh ayah karena malas-malasan menyapu halaman yang penuh oleh daun-daun dari pohon di depan rumah. Bahkan mungkin, tambah saya menutup mata dari pohon-pohon ini, semakin jelas terbayang kenangan tatkala dimarahi itu.

11 October 2015

Disempurnakan dalam Ketidaksempurnaan

Tugas utama seorang majelis pengantar dalam ibadah di GKI ialah memastikan bahwa ibadah berlangsung lancar sesuai dengan yang direncanakan. Termasuk juga, menggantikan pendeta berkhotbah apabila pendeta yang bertugas itu mendadak berhalangan. (Hal ini sangat jarang terjadi dan selalu diusahakan agar tidak terjadi).

Itu sebabnya, sejak seminggu sebelumnya majelis pengantar sudah harus telepon ke sana ke mari untuk memastikan para petugas yang sudah ditunjuk siap melaksanakan tugasnya. Menghubungi pendeta, menelepon organis, memastikan paduan suara berlatih, mengirim pesan bbm kepada petugas multimedia, mengingatkan penyambut jemaat, menelepon petugas doa syafaat, mengirimkan sms kepada prokantor dan lain-lain.

Terjemahan Alkitab Terbaik

Ada sebuah cerita tentang empat orang sarjana yang memperdebatkan tentang terjemahan Alkitab mana yang paling indah dan yang terbaik.

Yang seorang memilih terjemahan King James Version, karena menyukai Bahasa Inggris kuno yang indah.

Yang kedua memilih versi American Standard Bible. Ia menyukai bahasa yang sederhana, yang membuat pembacanya merasakan ketepatan terjemahan dari teks aslinya.

Yang ketiga lebih memilih terjemahan versi Moffatt. Ia memuji penggunaan kata-kata sulit dan memiliki arti yang dalam serta kalimat-kalimat yang menyita perhatian pembaca.

04 October 2015

Asal-usul Bulan Keluarga

Bulan Oktober menjadi salah satu bulan yang istimewa bagi orang pecaya. Gereja mengemas acara-acara khusus untuk keluarga dengan berbagai variasi yang berfokus pada keluarga.

Bulan keluarga merupakan pengembangan dari kegiatan Pekan keluarga. Pekan Keluarga menjadi kebiasaan gereja-gereja di seluruh dunia. Kegiatan ini dimulai dari Tiongkok dan India. Pada waktu itu situasi keluarga Kristen penuh dengan berbagai persoalan. Persoalan ini mendesak orang-orang Kristen di Tiongkok untuk melakukan suatu gerakan yang memusatkan perhatian pada usaha membina keluarga Kristen. gerakan ini diberni nama "Christian Home." Gerakan ini kemudian menjalar ke India dan sesudah perang dunia II tersebar ke seluruh dunia,termasuk ke Indonesia.

27 September 2015

Doa Syafaat

Doa syafaat adalah berdoa atas nama orang lain.

Peran pengantara dalam doa amat umum dalam Perjanjian Lama, seperti Abraham, Musa, Daud, Samuel, Hizkia, Elia, Yeremia, Yehezkiel dan Daniel. Dalam Perjanjian Baru, Kristus digambarkan sebagai pendoa syafaat utama, dan karena itu, semua doa orang Kristen menjadi syafaat saat dinaikkan kepada Allah melalui dan oleh Kristus.

Yesus menjembatani jurang antara kita dan Allah ketika Dia mati di salib. Karena pengantaraan Yesus, kita sekarang dapat menaikkan syafaat atas nama orang-orang Kristen lainnya atau bagi yang terhilang, memohon kepada Allah untuk mengabulkan permintaan mereka seturut dengan kehendak-Nya.

20 September 2015

Makan-makan di Gereja, Boleh?

Tanya: Saya pernah melihat ada foto-foto kegiatan Natal salah satu komisi (Senior) yang mengambil tempat di gereja. Terlihat di sana ada acara bujana (makan dan minum) entah pada saat acara Natal tersebut berlangsung atau pada sesudahnya. Yang pasti ada di dalam gereja. Banyak memang gereja-gereja lain yang melakukan acara makan dan minum di gereja. Tetapi karena selama ini saya jarang melihat hal tersebut di GKI, maka pertanyaan saya adalah: apakah GKI membolehkan acara makan-makan di dalam gereja? Jika boleh mohon dijelaskan dan jika tidak boleh mohon dijelaskan juga!

Atas penjelasannya saya mengucapkan terima kasih.

Jawab
: Bolehkah makan dan minum di dalam gedung gereja? Memang ada keberatan dari sebagian anggota jemaat bila acara makan dan minum diadakan di dalam gedung gereja. Alasannya, selain dikuatirkan nanti akan mengotori gedung gereja, juga karena fungsi gedung gereja adalah untuk ibadah, bukan untuk acara makan dan minum!

13 September 2015

Corat-coret di Kelas Kecil


Kemarin aku bertugas mendampingi guru sekolah minggu melayani ibadah di kelas kecil. Ada 13 orang muridnya, sedangkan guru-guru yang mengajar adalah Kak Endang, Kak Ester dan Kak Ibet.

Aku belum sempat membuat catatan-catatanku selama mengikuti ibadah menjadi sebuah tulisan. Ia masih berupa corat-coret di halaman belakang Warta Jemaat. Sebagian aku ketik di ponsel.

Beberapa corat-coret itu:

Bapa Gereja Yohanes Krisostomus

Setiap tanggal 13 September seperti hari ini, gereja-gereja Barat (termasuk Gereja Katolik Roma, Gereja Inggris, dan Gereja Lutheran) mengadakan peringatan bagi Yohanes Krisostomus dalam ritus Latin.

Siapa Yohanes Krisostomus?

Ia adalah salah satu Bapa Gereja. Dalam sejarah gereja kita mengenal banyak tokoh yang disebut Bapa Gereja, yakni para teolog dan filsuf yang hidup pada awal era Gereja Kristen. Mereka adalah orang-orang yang memberikan pengaruh bagi perkembangan gereja-gereja di dunia.

06 September 2015

Kalau Aku Jadi Eforus


Kalau aku jadi eforus, atau bishop, atau ketua sinode, salah satu revolusi yang akan aku canangkan adalah mengembalikan suasana ibadah, persekutuan dan pemahaman alkitab ke suasana sekolah minggu. Dan suasana sekolah minggu yang kumaksud bukan sekolah minggu zaman dulu ketika gurunya mengajar membawa-bawa belebas atau rotan. Tetapi suasana sekolah minggu zaman sekarang, ketika guru-gurunya senang dipanggil Kak, dan anak-anak muridnya bebas memeluk dan menyandarkan kepalanya di bahu mereka.

Tadi aku bertugas mendampingi guru-guru sekolah minggu kelas besar. Dan ketika itulah gagasan itu terbersit dalam pikiranku: mengapa spontanitas dan sikap apa adanya anak-anak itu tak kita hidupkan lagi dalam ibadah kita? Mengapa kita melupakan apa yang dikatakan Yesus dulu, bahwa biarkan anak-anak itu datang kepadaku karena mereka yang empunya kerajaan sorga?

Jenis-jenis Kebaktian di GKI


Menurut Tata Gereja dan Tata Laksana GKI, jenis-jenis kebaktian di lingkungan GKI adalah sebagai berikut:

1. Kebaktian Minggu
Kebaktian Minggu adalah kebaktian yang diselenggarakan pada hari Minggu.

2. Kebaktian hari Raya Gerejawi
Untuk merayakan peristiwa-peristiwa Kristus sepanjang tahun gerejawi diselenggarakan Kebaktian Hari Raya Gerejawi pada Minggu-minggu Adven, Malam Natal, Natal, Minggu Epifani, Minggu Baptisan Tuhan Yesus Kristus, Minggu Transfigurasi, Rabu Abu, Minggu-minggu Prapaskah, Kamis Putih, Jumat Agung, Paskah, Minggu-minggu Paskah, Kenaikan Tuhan Yesus Kristus, Pentakosta, Minggu Trinitas dan Minggu Kristus Raja.

04 September 2015

Doa Ketika Sekolah Minggu

Di sekolah minggu ketika kecil guru sekolah minggu  tidak pernah menyarankan kami berdoa untuk hal-hal yang bersifat fisik, seperti meminta agar Tuhan menganugerahkan tinggi badan. Yang diajarkan kepada kami adalah berdoa untuk hal-hal yang bersifat intangible, semisal memohon kesehatan, kerendahan hati, kebijaksanaan, kesabaran dan ketahanan menderita.

Seingatku, satu-satunya permintaan fisik yang pernah kudoakan secara serius ketika kecil (itu berarti aku mendoakannya sebelum tidur selama tiga hari berturut-turut) adalah ketika tukang cukur langganan mamak memotong rambutku dengan model tempurung. Itu benar-benar kurasakan sebagai bencana dan aku berdoa semoga Tuhan bermurah hati dengan segera memanjangkan rambutku kembali.

30 August 2015

Alkitab dari Bapa dan Mamak

Kira-kira lima tahun lalu ketika bapa dan mamak berkunjung ke Jakarta, mereka menghadiahiku Alkitab Bahasa Simalungun. Namanya, dalam bahasa ibu kami itu, Bibel. 

Itu adalah alkitab yang sangat tebal, karena ia dipaketkan dengan Buku Doding Haleluya, yaitu buku rohani Gereja Kristen Protestan Simalungun. Tebal Alkitabnya 483 halaman, tebal buku rohaninya, yang disebut Buku Doding Haleluya, 554 halaman. Jadi keseluruhannya 1037 halaman.

Presbiterial Sinodal


Berbicara tentang Presbiterial Sinodal, berarti kita membicarakan sistem organisasi gereja. Pada dasarnya, terdapat empa sistem pengorganisasian gereja yaitu:

1. Sistem Presbiterial, dimana geerja dipimpin oleh para presbiter (penatua). keputusan tertinggi ada pada persidangan presbiter (majelis jemaat).

2. Sistem Sinodal, dimana gereja dipimpin oleh persidangan para pejabat gerejawi yang disebut sinode. Persidangan sinode ini merupakan instansi tertinggi yang keputusannya harus dilaksanakan oleh jemaat-jemaat yang tergabung dalam sinode tersebut.

28 August 2015

Menulis Khotbah

Bagi sebagian orang menulis khotbah mungkin menyenangkan. Bagi sebagian lagi sangat menjemukan. Ia jadi menjemukan apabila mebayangkan  bahwa khotbah yang sudah kita tulis dengan susah-payah itu,  tidak mungkin akan kita bacakan kata demi kata. Bagaimana mungkin berkhotbah dengan membaca teks? Itu sama saja dengan Presiden Soeharto membacakan pidato mengantarkan RAPBN. Kalau tidak karena terpaksa, pendengarnya pasti sudah lama meninggalkan ruangan.

Tetapi walaupun kita tidak akan membacakannya, adalah penting menuliskan khotbah yang akan kita khotbahkan kata demi kata. Ada banyak gunanya, dan aku dapat mengatakan, seharusnya ia menjadi salah satu proses wajib dalam persiapan kita dalam berkhotbah. Menulis khotbah menjadi langkah awal dalam upaya kita menyusunnya, mendalaminya untuk kemudian menyampaikannya lalu kemudian mengundang jemaat memberikan respon.

26 August 2015

Dihibur Opa Oma

Sampai sekarang aku tidak pernah lupa pada motto rumah sakit PGI Cikini yang berbunyi: sedare dolorem opus divinum est. Artinya, meringankan penderitaan adalah pekerjaan Ilahi.

Aku hafal motto itu bukan hanya karena dulu sering ke asrama rumah sakit itu untuk berburu teman hidup (yang kandas) tetapi makna motto itu menurutku sangat mendalam. Meringankan penderitaan orang lain, seperti pekerjaan para perawat itu, adalah pekerjaan Ilahi.

25 August 2015

Khotbah di PWK Hana


Tema: Diam di Rumah Tuhan
Nats: Mazmur 27:1-14

Selamat pagi Opa dan Oma. Apa kabar? Semoga berkat Tuhan tetap menyertai Opa dan Oma dan kita semua.

Pagi ini kita bersama-sama telah membaca Mazmur 27: 1-14, mazmur Raja Daud. Bacaan  ini mengajak kita merenungkan lagi tentang diri kita, tentang tujuan hidup kita, dan di lebih dari itu, mengenali lagi kebesaran dan kasih sayang Tuhan melalui kesaksian Daud.

Jika kita ditanya, apakah ada manusia yang tidak memiliki keinginan? Jawabannya jelas tidak. Semua kita yang masih bernafas pasti memiliki keinginan. Entah itu keinginan yang kita anggap biasa dan tidak istimewa, maupun keinginan yang kita anggap istimewa atau luar biasa.

Setiap manusia memiliki keinginan.

23 August 2015

Kopiah Ulos

Ternyata ulos bisa dibuat seperti kopiah. Dan itu tanpa perlu menggunting atau memotong kain ulos. Hanya dengan melipat-lipatnya sedemikian rupa, mengancingkannya dengan peniti untuk merekatkan lipatan-lipatannya, jadilah kopiah dari ulos itu.

Tadi di gereja yang mengenakan kopiah ulos ini adalah Pnt Johannes Hutagalung. Hampir semua kami orang batak, yang umumnya orang batak toba, tercengang-cengang melihatnya. Kami sampai-sampai menanyakan tradisi Batak mana yang menjadikan ulos berbentuk kopiah demikian. Dugaan kami adalah tradisi dari Batak Tapanuli Selatan. Pnt Johannes Hutagalung sendiri cengar-cengir saja ketika kami tanyakan demikian. Maklumlah, beliau sudah kelahiran Jakarta, lama bermukim di Menteng pula. ia mempersunting perempuan Tionghoa.

Orang-orang Ceria Masuk Surga

Penulis Kristen asal AS, Philip Yancey, pernah mengamati bahwa kita orang-orang Kristen hebat dalam bekerja, ahli berdoa, namun ketinggalan dalam soal tawa-tertawa. 

Ada yang mengatakan, itu mungkin karena dalam Perjanjian Baru Yesus digambarkan begitu serius. Tidak memuat suatu catatan apapun tentang Yesus yang tertawa atau tersenyum.

Namun, sebagian besar penafsir menganggap, Yesus, sebagaimana manusia lainnya, adalah orang yang ceria, suka tersenyum dan senang bercerita lucu. Ia selalu menggembirakan orang-orang di sekitarnya.  Buktinya? Banyak anak yang suka datang  kepadaNya (Mat. 19:14) dan sebagaimana kita tahu, anak-anak cenderung menyukai orang yang ceria.

16 August 2015

Peci Pinjaman

Panitia mengumumkan bahwa dress code kami pada Minggu 16 Agustus, sehari menjelang HUT ke-70 RI, adalah pakaian nasional. Aku tak punya peci, padahal, yang selalu kubayangkan sebagai salah satu ikon pakaian nasional itu (untuk pria) adalah peci, seperti Bung Karno dan Bung Hatta saat memproklamasikan kemerdekaan. Seperti oppungku juga ketika masih hidup dulu. Setiap kali pergi keluar rumah, termasuk ke gereja, ia akan mengenakan peci hitamnya.

Peran Umat Kristen di Awal Kemerdekaan

Peranan gereja dan orang Kristen lndonesia di awal Kemerdekaan tidak dapat disangkal. Kebanyakan pemimpin gereja dan orang Kristen ketika itu menolak kembalinya Belanda sebagai penguasa di lndonesia. Penolakan pemimpin gereja dan orang Kristen  diwujudkan dalam bentuk mengungsinya banyak orang Kristen dari daerah yang diduduki Belanda ke dalam wilayah Republik.

09 August 2015

Panggilan Sayang

Kemarin yang berkhotbah di gereja kami adalah Pendeta Gordon Hutabarat dari GKI Kota Wisata. Tema khotbah "Jadilah Penurut-penurut Allah," dengan bacaan II Samuel 18:5-15, 31-33 Efesus 4:25-5:2; dan Yohanes 6:35;41-51 serta Mazmur 130 (didaraskan).

Pada khotbah itu aku mencatat sekelumit kupasan Pdt Gordon tentang Absyalom dan Raja Daud, anak dan ayah yang tidak memiliki hubungan yang akur.

Sebagaimana kita tahu, Absyalom yang ganteng --paling ganteng di seluruh wilayah Israel -- adalah sosok anak pemberontak. Ia tidak suka pada ayahnya bahkan merancang kudeta, yang sempat membuat Daud pergi keluar dari istana.

Makna Perjamuan Kasih

Ada berbagai tradisi yang diwariskan Yesus kepada murid-muridNya yang kemudian juga menjadi tradisi umat Kristen hingga dewasa ini. Yesus, misalnya, membasuh kaki para murid-Nya, yang dilanjutkan dengan sebuah perintah agar para murid saling membasuh kaki. Pembasuhan kaki melambangkan kesediaan untuk melayani. Dan itu sudah sering dikenang dan dilakukan dalam rangkaian peringatan Kamis Putih.

02 August 2015

Gado-gado Bulan Budaya

Pendeta Yerusa Maria memimpin ibadah
Bulan Budaya telah dimulai hari ini. Ditandai dengan liturgi beratmosfir Bali pada Minggu pertama bulan Agustus. Semua lagu yang dikumandangkan diambil dari Kidung Pamuji Gereja Kristen Protestan Bali (GKPB). Juga bacaan injil, dibacakan dalam Bahasa Bali.

Sampai sebelum berangkat tadi pagi, aku masih was-was, apakah masih akan kebagian udeng, yaitu ikat kepala pria Bali. Aku ingin sekali mengenakan ikat kepala itu tetapi kelihatannya stoknya sudah habis dipakai oleh para petugas yang akan melayani ibadah hari ini. Maklumlah, umat kami yang berlatar belakang etnis Bali tidak seberapa. Persediaan udeng mereka pasti juga terbatas.

Budaya dan Iman Kristen

Dalam kehidupan sehari-hari, kita diperhadapkan dengan berbagai budaya dan tradisi masyarakat. Bagaimanakah sikap orang Kristen berhadapan dengan budaya dan tradisi itu? Dialog di bawah ini akan memaparkan pergumulan-pergumulan orang-orang Kristen ketika berhadapan dengan budaya dan tradisi masyarakat. Semoga dalam perayaan Bulan Budaya di GKI Sarua Indah kali ini kita pemahaman kita tentang perjumpaan Budaya dan Iman bertambah jernih.

01 August 2015

Doa Pagi Tadi


Setelah hampir sebulan absen, tadi subuh aku hadir lagi di ibadah Doa Pagi. Au terbangun pukul 5:15. Aku memacu sepeda motorku setelah cuci muka dan menggsok gigi. Tidak lupa memakai jaket, karena hujan tadi malam membuat udara pagi itu agak dingin. Ke sekretariat hanya 5 menit perjalanan.

Kami memulainya pukul 5:40 dari yang seharusnya menurut jadwal 5:30.

28 July 2015

Announcer PT KAI dan GKI

Kita yang hampir setiap hari menggunakan jasa kereta commuter pulang-pergi ke kantor, dalam dua atau tiga tahun terakhir kian terbiasa mendengar suara announcer mengumumkan info tentang stasiun pemberhentian berikut. Ketika kereta berhenti, selalu announcer itu mengumumkan agar penumpang memeriksa kembali tiket dan barang bawaan agar jangan tertinggal.

26 July 2015

Tujuan Bergereja

Sewaktu Persidangan Majelis Jemaat (PMJ) tadi siang, Pnt Marino dan kawan-kawan  membawakan kami para koleganya ole-oleh dari Persidangan Majelis Klasis Jakarta Dua (Kajadu). Olle-ole itu  sangat berharga, menurutku, yaitu  sebuah makalah yang ditulis oleh Pdt Wisnu Sapto Nugroho dari Lembaga Pembinaan dan Pengaderan Sinode (LPPS) GKJ-GKI SW Jateng. Judulnya ialah Gereja yang Apresiatif.

Istilah Gereja yang Apresiatif ini belakangan ini memang sedang tren. Intinya, kalau aku tak salah, perubahan paradigma pendekatan dari yang sebelumnya Strenght, Weakness, Opportunty, Threat (SWOT) menjadi Strength, Opportunity, Aspirations, Result (SOAR). Melalui pendekatan SOAR, kita tidak menekankan dan larut pada memperbaiki apa yang kita anggap weakness, tetapi justru berfokus pada hal-hal yang patut diapresiasi yang ada pada jemaat. Karena itu penting untuk menggali aspirasi jemaat.

25 July 2015

Kisah Terciptanya NKB 131

Pada tahun 1932, Thomas AS. Dorsey berumur 32 tahun dan belum lama menikah. Ia dan istrinya, Nettie, tinggal di sebuah apartemen di selatan Chicago.

23 July 2015

Maaf Tuhan, Kami Libur

Tadi yang hadir pada acara Pemahaman Alkitab (PA) Wilayah hanya dua orang. Pak Ayub Wahyono sebagai pemimpin PA dan aku sebagai MC. Majelis Pendamping (MP), tidak hadir karena masih berlibur di Toraja. Aku pun bertugas hari ini sebetulnya menggantikan penatua lain, yang juga sedang berlibur. Para anggota majelis lainnya sedang ke puncak karena ada acara Persidangan Majelis Klasis.

19 July 2015

16 Orang plus 1 Kucing



tadi yang mengikuti ibadah sore berjumlah 16 orang plus satu kucing. aku tahu persis karena bertugas sebagai counter. lima orang jemaat pria, enam orang jemaat perempuan, empat anggota majelis dan satu pendeta, plus satu kucing.

18 July 2015

Kreatif Mengajar Alkitab

Ada lima tahap yang dapat dibedakan oleh seorang guru yang mengajarkan Alkitab.

1.Tahap menghafal tanpa berpikir. Ini adalah tahap mengulangi sesuatu di luar kepala tanpa memikirkan apa artinya. Sementara proses ini penting dilalui, harus disadari bahwa Alkitab yang dihafal tanpa berpikir tidak mengubah kehidupan seseorang.

12 July 2015

Gereja dan Garage Sale

Foto: pasadena.ep.org
Garage Sale  sederhananya adalah sebuah kegiatan penjualan barang-barang yang diakukan seseorang/lembaga di garasi atau di halaman rumah terutama untuk menjual barang-barang yang sudah tidak dibutuhkan lagi. Tidak hanya para pribadi, lembaga bahkan gereja pun sudah lazim mengadakan garage sale.

11 July 2015

PS Eklesia Feat. Suami

di gereja kami salah satu paduan suara wanita adalah ps eklesia. istri saya bergabung di dalamnya. banyak di antara para anggotanya setiap berlatih diantar oleh para suami. sambil mereka menunggu istri-istri latihan, mereka ngobrol ini itu.

05 July 2015

Membaca Alkitab Secara Leksionari?



Persidangan Majelis Sinode ke XIV Gereja Kristen Indonesia di Denpasar, Bali berhasil menetapkan Liturgi dengan pembacaan Alkitab secara leksionari. Maksud pola pembacaan secara leksionari berarti pembacaan Alkitab yang semula hanya satu bacaan saja, berubah menjadi 4 pembacaan dengan perincian sebagai berikut:

Perjamuan Kudus Perdana

Tadi pagi di seluruh GKI termasuk di gereja kami di Sarua, Ciputat, dilayankan perjamuan kudus tengah tahun. Pdt Agus Wijaya dari GKI Serpong memimpin perjamuan kudus itu.

28 June 2015

Intervensi Tuhan dalam Jodoh

Pertanyaan: Dalam pertandingan-pertandingan kelas dunia seperti World Cup baru-baru ini atau Thomas Cup, sering para suporter dengan tegang menonton lalu menaikkan doa agar jagoan mereka menang. Demikian juga ajakan para pemandu acara di TV lokal kepada pemirsa-pemirsa mereka.

Seberapa jauh intervensi Allah terhadap permainan-permainan tersebut? Apakah pemenangnya sudah ditentukan oleh-Nya, atau menang/kalah adalah hasil usaha manusia sendiri? Bukankah manusia diberi kebebasan berlatih dengan giat agar menang, bukan berdoa untuk menang, apalagi tanpa disertai dengan usaha keras?

21 June 2015

Pencipta NKB 204 dan KJ 29

Foto:musicallion.com

Menghayati lagu-lagu yang kita nyanyikan pada saat beribadah, selain dengan meresapkan dan merenungkan lirik dan melodinya, dapat juga ditambah dengan mengenali riwayat penciptanya maupun kisah penciptaan lagu itu. Sebagian besar lagu-lagu yang dipakai dalam ibadah, adalah juga merupakan hasil perenungan dan kesaksian para penciptanya.

14 June 2015

Marah itu Berdosa


Tanya:
Pendeta yth, di dalam Efesus 4:26 dikatakan bahwa “Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu.”

Dalam firman tersebut dikatakan bila pun marah tapi jangan berbuat dosa, bagaimana orang bisa marah tetapi tidak berbuat dosa?

13 June 2015

Penyambut Jemaat dan Kolektan



“Di dalam melayani Tuhan tidak ada tugas yang lebih rohani atau kurang rohani.
Kalau setiap tugas dilakukan dengan hati yang beribadah kepada Tuhan maka tugas itu pasti rohani.”

Pelayanan dalam ibadah bukan monopoli Pendeta dan Penatua. Semakin banyak anggota jemaat yang mengambil bagian dalam pelayanan ibadah semakin baik. Ini memperlihatkan sebuah Jemaat yang sehat dan demokratis. Secara teologis hal tersebut memperlihatkan gambaran imamat Am orang percaya. Kesatuan sebagai Tubuh Kristus semakin terlihat dan dirasakan. Di mana setiap anggota jemaat mempunyai tugas panggilan untuk mengambil bagian dalam pelayanan jemaat.

11 June 2015

Kembali ke Alkitab Kertas

Hari Minggu lalu, sebuah toko buku Kristen berjualan di pekarangan gereja. Aku membeli sebuah alkitab kecil. Aku menduga, setelah cukup lama kita dimanjakan oleh alkitab digital, akan tiba masanya kita merindukan lagi alkitab tradisional. Dan dengan begitu, kita bisa menghentikan tren yang tidak menyenangkan ini: Toko-toko Buku Kristen Tutup Kalah Oleh Amazon

09 June 2015

Iman Sebagai Perjalanan

Sekali waktu di tahun 2013, di depan 9000 siswa sekolah jesuit, Paus Fransiskus berkata, bahwa iman yang hidup itu seperti sebuah perjalanan panjang (journey). Ia harus dijalani setapak demi setapak dan tidak boleh tergesa-gesa.

07 June 2015

Orang Cacingan Juga Disembuhkan

tadi pagi saya mendapat tugas mendampingi guru-guru sekolah minggu di kelas balita. sungguh pengalaman yang menarik. mereka adalah anak-anak yang ceria, percaya diri dan jujur mengungkapkan isi hatinya, termasuk yang mereka sukai atau tidak mereka sukai. dan saya mendapat kesan, mereka berhadapan dengan guru-guru yang cekatan pula, mampu mengendalikan dan mengelola mereka sehingga perjumpaan pada pagi itu adalah perjumpaan yang menyenangkan.

31 May 2015

Konfesi GKI 2014


Konfesi GKI merupakan sebuah ekspresi dari pengakuan iman yang diakui dan dihayati oleh GKI. Dalam praktiknya GKI mengakui Pengakuan Iman Rasuli, Pengakuan Iman Nicea Konstantinopel, dan Pengakuan Iman Athanasius. Ketiga Pengakuan Iman tersebut merupakan pengakuan iman yang bersumber dari Alkitab. Ia diterima serta dimiliki oleh gereja secara ekumenis. Jadi, dengan mengakui ketiga pengakuan iman tersebut, GKI mau mengikatkan diri pada persekutuan ekumenis dalam gereja yang universal.

30 May 2015

Prosedur Perlawatan Duka

Prosedur perlawatan kepada yang berduka (kematian).

1. Segeralah lawat mereka berulang kali namun berupa kunjungan singkat saja. Agaknya keluarga lebih terhibur bila kita datang setiap hari sampai penguburannya daripada cuma datang berkunjung satu kali saja.

24 May 2015

Liturgi Pengucapan Syukur Amartya


Pdt Yerusa Agustini 
Putri kami, Amartya Elisa Siadari, melaksanakan Pengakuan Iman Percaya (Sidi) di GKI Sarua Indah pada 24 Mei 2015. Kami mensyukurinya.

Di rumah pada siang harinya, kami mengadakan syukuran kecil dengan mengundang handai-tolan dan sahabat, dalam sebuah ibadah persekutuan doa keluarga pengucapan syukur. Inilah liturgi yang dipakai pada ibadah tersebut, yang dilayani oleh Pdt. Yerusa Agustini Maria.

10 May 2015

Dalam Lautan yang Kelam

I was sinking deep in sin/Love lifted me. Aku tenggelam sangat dalam di lautan dosa, tetapi Kasih mengangkatku. Ditulis pertama kali oleh John Rowe pada tahun 1912. Dan lebih dari 100 tahun kemudian, lagu itu dinyanyikan lagi di GKI Sarua Indah, tadi pagi, melalui Nyanyikanlah Kidung Baru (NKB) 19: Dalam Lautan yang Kelam.

Siapa Penonton Ibadah?

Apabila kita menyaksikan pertunjukan, konser atau drama misalnya, paling tidak ada tiga peran penting.

Pertama, Sutradara; yang merancang jalannya konser atau pertunjukan supaya apa yang ditampilkan itu sesuai dengan alur yang dikehendaki.

Kedua, Pemain; yang memungkinkan seluruh apa yang dirancangkan oleh si sutradara berjalan dengan baik, “menerjemahkan” apa yang ada di dalam naskah/partitur supaya menjadi sebuah pertunjukan yang indah dan memuaskan.

Ketiga, Penonton; yang menyaksikan konser atau drama itu. Apa jadinya pertunjukan tanpa penonton? Sebagus apa pun naskah drama, secakap apa pun pemain tetapi kalau tanpa penonton, maka akan mubazir sebuah pertunjukan.

Lalu jika kita beribadah, kita yang duduk di kursi jemaat apa peranan kita? Sutradarakah? Pemainkah? Penontonkah?

Kebanyakan dari kita pasti akan dengan segera menyebutkan diri sebagai penonton. Penonton yang menyaksikan pengkotbah yang menyampaikan Firman Tuhan, Penatua yang memimpin jalannya ibadah, paduan suara/vokal grup/solo yang menyanyikan lagu, dll. Oleh karena itu apa yang terjadi? Kita akan bertepuk tangan setelah paduan suara/vokal grup/solo tampil, menggerutu kalau penatuanya salah baca atau pengkotbahnya kelamaan waktu kotbahnya. Kita jadi tidak menikmati sebuah ibadah. Apalagi kalau kita mendapat tempat yang kurang strategis, panas dan tidak nyaman.

Tapi mari kita melihat peranan berdasarkan arti dasar dari sebuah ibadah: dalam arti umum maka ibadah itu berarti juga sebuah kerja bersama di antara orang-orang yang hadir. Dan itu berarti bahwa dalam sebuah acara semua orang terlibat dalam kerja bersama itu. Semua orang mengambil peranan.

Dalam hal ini jemaat juga ikut serta di dalam liturgi yang dilaksanakan bersama. Jadi, jemaat bukanlah penonton yang menyaksikan “pertunjukan” liturgi yang dilakukan oleh pendeta, penatua, paduan suara/vokalgrup/solo. Jemaat adalah pemain.

Mengapa begitu? Dalam hal ini sutradara adalah orang-orang yang mengatur jalannya sebuah ibadah. Dalam hal ini ada naskah yang dibuat oleh sutradara dalam bentuk liturgi. Dalam liturgi ada tata urutan yang diikuti.

Bukankah kita ikut berdiri jikalau dalam liturgi ditulis berdiri? Duduk jikalau di liturgi dituliskan duduk? Bersalaman jikalau di liturgi dituliskan bersalaman? Kita  adalah Pemain dalam liturgi itu. Karena itu peranan kita sangat penting dalam melaksanakan “naskah” liturgi itu, baik dalam hal bernyanyi, berdoa, menanggapi Firman dll. Dalam hal ini pemain yang baik tentulah perlu menghayati peranannya dengan baik.

Karena itu perlu menghayati liturgi dengan baik; membaca naskah liturgi sebelum ibadah dimulai. Mempelajari apakah ada lagu atau bagian liturgi yang sulit untuk dilakukan.

Doakan jalannya ibadah supaya berjalan dengan baik, untuk mendukung para sutradara melaksanakan tugasnya. Kalau saudara berkenan hal ini malahan perlu dilakukan sebelum saudara hadir dalam ruang ibadah.

Lalu jika kita semua adalah pemain, siapa yang menjadi penonton?

Tuhanlah sebagai penonton. Dialah yang menyaksikan persembahan ibadah yang kita lakukan. Dia akan tersenyum kalau kita bisa melaksanakan ibadah kita dengan baik.

(Disajikan sebagai Seri Pembinaan pada Warta Jemaat GKI Sarua Indah, 10 Mei 2015, dipetik dengan penyuntingan seperlunya dari http://gkipi.org/ibadah-apa-perananku/)

08 May 2015

Anjing Penjala Manusia

Par- Sarimatondang's photo.Foto-foto ini saya peroleh dari sebuah akun instagram yang dibagikan oleh Senatari Situmorang lewat akun facebooknya. Salah satu menunjukkan seekong gukguk yang rebahan di atas pusara tuannya. Dan konon sudah enam tahun gukguk itu secara rutin melakukannya.

07 May 2015

Bicara Kesetaraan Gender

Foto: femina.co.id
Entah darimana dapat ide, Komisi Dewasa Muda hari Sabtu ini meminta diriku membawakan topik Kesetaraan Gender dalam gathering mereka. Sampai sekarang aku masih bingung apa alasannya menugaskanku. Satu-satunya alasan yang masuk akal menurutku adalah karena tidak ada orang lain yang bersedia membawakannya.

03 May 2015

Ketika Mendengar Khotbah

Dalam liturgi ibadah, khotbah adalah salah satu bagian yang penting. Disebut juga Pemberitaan Firman Tuhan. Bagaimana sebaiknya kita mempersiapkan diri ketika akan mendengarkan khotbah? Ada beberapa bagian yang dapat dibahas.

01 May 2015

The Stewards of God

Par- Sarimatondang's photo.Hari Jumat dan Sabtu (24-25 April) lalu 10 orang peserta katekisasi atau disebut juga katekisan, mengikuti retreat katekisan di sebuah tempat peristirahatan di kawasan Bojongsari, Sawangan, Depok.

26 April 2015

Berita Anugerah dan Salam Damai

Setiap kita mengikuti ibadah Minggu, dalam liturgi selalu ada Berita Anugerah dan Salam Damai. Apa sebenarnya yang dimaksud dengan kedua hal ini?

19 April 2015

The Merciful God

Aku selalu ingat tentang nasihat seorang pendeta yang berkata bahwa mengkhotbahkan pengampunan itu berat, bahkan sangat berat. Sebab, khotbah tentang pengampunan tidak hanya tentang apa yang kita  katakan. Ia juga tentang apa yang kita hidupi hari lepas hari.

Melihat Visi Tuhan (II)

Kita perlu mengerti visi Tuhan dalam hidup maupun dalam kepemimpinan dalam pelayanan kita George Barna dalam bukunya A Fish out of Water, 9 Strategi untuk Memaksimalkan Potensi Kepemimpinan yang Tuhan Berikan kepada Anda, mengemukakan ada ada empat proses yang cukup sederhana, tetapi merupakan cara-cara yang lazim dipakai oleh para pemimpin yang saleh dan efektif. Dua diantaranya sudah dikemukakan minggu lalu  dan dua berikutnya dipaparkan berikut ini.

13 April 2015

Serasa Di Samping Bapa

Berfoto dengan tante (oma) Wilma, seusai ibadah, di dekat termos kopi dan teh, yang sudah sepi dari antrian. Dan segera muncul di pikiranku untuk berfoto berdua bersamanya. Yang disambutnya dengan senang- gembira sambil berkata, "Nanti kirimi aku ya..."

12 April 2015

Melihat Visi Tuhan (I)

George Barna dalam bukunya A Fish out of Water, 9 Strategi untuk Memaksimalkan Potensi Kepemimpinan yang Tuhan Berikan kepada Anda, mengemukakan ada ada empat proses yang cukup sederhana, tetapi merupakan cara-cara yang lazim dipakai oleh para pemimpin yang saleh dan efektif untuk melihat dan mengetahui Visi Tuhan bagi dirinya dan bagi umat yang dipimpinnya. Dua diantaranya dikemukakan di sini, dan dua berikutnya Minggu depan.

•     Mengenali Diri Kita dengan Baik
Sebelum Tuhan dapat menggunakan kita sebagai seorang pemimpin, kita harus memahami kekuatan dan kelemahan kita, karunia dan kemampuan kita. Pengetahuan tentang diri sendiri akan memberi kita pandangan yang realistis --dan menarik kita kepada Tuhan untuk mendapat kekuatan dan pengajaran.

Langkah ini akan membuat kita mengenal ketidaklayakan kita dan membuat kita takut dan percaya kerpada-Nya. Jika kita jujur mengakui siapa kita sebenarnya dan apa yang dapat kita lakukan, seharusnya itu akan menyebabkan kita menyadari bahwa kita tidak cocok menjadi pemimpin yang dipilih sang Raja. Hanya karena kemurahan-Nya semata  kita diizinkan untuk memimpin umat-Nya.

Untuk dapat sampai pada pandangan pribadi seperti ini ada banyak alat yang mungkin dapat menolong. Pengamatan atas karakter, percakapan dengan teman-teman yang dapat dipercaya, dan yang tidak kalah penting: doa, dapat mengungkapkannya.

•    Mengenali Konteks Kepemimpinan Kita
Untuk memiliki pandangan ini, kita memerlukan waktu untuk mengerjakan pekerjaan rumah kita. Bicaralah dengan orang-orang yang kita harapkan untuk kita pimpin supaya mereka tahu apa yang sedang Tuhan nyatakan kepada mereka. Pahamilah sejarah organisasi yang akan kita pimpin, sehingga dapat membangun jembatan dari masa lalu dan masa kini ke masa depan yang ditahbiskan oleh Tuhan. Analisislah komunitas yang akan kita pimpin, untuk mengerti perilaku, nilai-nilai, pola dan gaya hidup spiritual mereka. Bicaralah dengan pemimpin-pemimpin lain yang terlibat untuk mempelajari apa yang sedang mereka lakukan dan kemana mereka berusaha keras untuk membawa orang-orang itu.

(Disajikan pada Seri Pembinaan Warta Jemaat GKI Sarua Indah edisi 12 April 2015, dikutip dari A Fish out of Water, 9 Strategi untuk Memaksimalkan Potensi Kepemimpinan yang Tuhan Berikan Kepada Anda, ditulis oleh George Barna, pendiri dan presiden Barna Research Group, California, pembicara pada konferensi-konferensi pelayanan dan kepemimpinan di seluruh dunia. Edisi Bahasa Indonesianya diterbitkan oleh Penerbit Immanuel, 2004.)

05 April 2015

Makna Paska di Waktu Subuh

Sungguh menarik, bahwa peristiwa Paska justru terjadi pada waktu subuh. Pada waktu terang sudah menjadi kepastian, namun kegelapan pada kenyataannya masih menjadi pengalaman.

29 March 2015

Censura Morum, Perlukah?

Tanya: Tentang persiapan diri sebelum perjamuan kudus (Censura morum), pentingkah itu?
 

Jawab: Lihatlah I Kor 11:27,29. Rasul Paulus sangat menekankan pentingnya mempersiapkan diri sebelum mengikuti perjamuan kudus, agar kita dapat dengan penuh iman menghayati kembali makna perjamuan kudus dan tidak melakukan perjamuan dengan motivasi dan cara yang salah.

15 March 2015

Sembuh Kok Dilarang Bicara?

Foto:kuasadoa.com
Tanya: Mengapakah Yesus melarang beberapa orang yang disembuhkan-Nya untuk menceritakan kabar sukacita tersebut kepada orang-orang lain, seperti yang tertulis di Matius 8:4 dan Matius 9:30?

08 March 2015

Hitam di Masa Triduum

Yang dimaksud dengan triduum adalah tiga hari menjelang Paska, yakni Kamis Putih, Jumat Agung, dan Sabtu Sepi. Dalam tiga hari ini, umat diajak untuk merefleksikan secara khusus saat-saat terakhir ketika Yesus disalib, dikuburkan, dan pada akhirnya dibangkitkan. Karena itu, seluruh ibadah dalam rangka triduum berwatak reflektif dan tanpa ornamen apa pun, gereja menjadi sunyi, senyap, dan gelap. Warna yang dominan adalah hitam. Tiga hari ini adalah puncak dari seluruh puasa yang dilakukan selama masa pra Paska 40 hari.

01 March 2015

Siklus Paska

Mengapa Prapaska Dimulai di Rabu Abu?

Siklus Paska berlangsung selama 90 hari. Masa ini dibagi menjadi tiga periode:
Periode Persiapan  40 hari, Puncak  Perayaan/Hari Paska dan Masa Sukacita (50 hari) yang berakhir pada hari Pentakosta.

22 February 2015

Puasa Prapaska

Puasa pada masa Prapaska pada hakikatnya adalah mengembalikan kesadaran umat kepada tujuan dan makna hidup yang sesungguhnya. Kesadaran diri itu dinyatakan melalui pertobatan, diantaranya melalui puasa. Dengan demikian diharapkan dapat terjalin kembali komunikasi dengan Allah.

19 February 2015

Rabu Abu di Kereta

Tadi malam seperti biasa apabila mendapat giliran piket sore, aku pulang dengan menumpang kereta dari stasiun Duren Kalibata pukul 21:25. Kereta terakhir dari Bogor menuju stasiun Tanah Abang itu cukup lega, Aku mendapat tempat duduk.

01 February 2015

Bertugas dengan Amartya

Tanpa direncanakan, tadi yang bertugas sebagai MC pada ibadah remaja adalah Amartya, Sedangkan aku jadi pelayan firman. Ini sebetulnya hal yang selalu sedapat mungkin kuhindari. Aku pasti akan kikuk, dia juga kurasa akan demikian.

Gerakan Kharismatik

Gerakan Kharismatik dikenal juga dengan nama Pembaruan Kharismatik (Charismatic Renewal). Dari
Bahasa Yunani Charismata, artinya karunia-karunia Roh. Kharismatik bukan suatu gereja melainkan gerakan atau aliran yang banyak persamaannya dengan gereja Pentakosta.

Muncul menyebar secara luas pada tahun 1960-an, persiapannya sudah terlihat pada 1940-an. Gerakan ini timbul sebagai reaksi terhadap gereja yang mapan dan melembaga sehingga dianggap kurang dinamis.

Ada tiga periode perkembangan kharismatik: periode pertama (1960-1967) melanda gereja protestan. Periode kedua (1967-1977) melanda gereja katolik. Periode ketiga (1977-seterusnya) masa konsolidasi. Pada periode ini Kharismatik bergerak melalui wadah-wadah perhimpunan kharismatik. Televisi juga
mulai digunakan.

Plus-Minus Gerakan Kharismatik

Gerakan Kharismatik bersifat fleksibel dan inovatif terutama dalam manajemen dan bentuk-bentuk ibadah. Ia memberi kesadaran baru pada  gereja-gereja yang sudah mapan, yang  cenderung kaku dan lebih mementingkan rasio.

Kelemahananya adalah Gerakan Kharismatik sangat menekankan pengalaman rohani pribadi dari setiap orang yang bersifat subyektif. Hal ini membuat orang jatuh dalam sikap menormatifkan pengalaman subyektif tersebut. Artinya pengalaman seseorang dijadikan tolok ukur bagi orang lain. Seolah-olah setiap orang harus memiliki pengalaman rohani yang sama seperti yang dimiliki pemimpinnya.

Hal ini berisiko terjatuh kepada hyper-individualisme yaitu keadaan dimana individu menjadi sangat kurang peka terhadap pergumuman sesama.

Penekanan pada sikap individual yang berlebihan  membuat gereja mudah terpecah dan rentan penyalah-gunaan wewenang. Kreativitas dan inovasi yang terlalu cepat di Gerakan Kharismatik juga sering memunculkan inkonsistensi dalam ajaran dan kebijakan pastoral.


Bagaimana sikap GKI terhadap Gerakan Kharismatik?

Tentu akan sangat baik apabila semua gereja, apapun denominasi atau alirannya bisa saling menghargai sebagai satu kesatuan tubuh Kristus. Dialog tanpa rasa curiga sangat penting.

(Disajikan pada Seri Pembinaan Warta Jemaat GKI Sarua Indah 1 Februari 2015. Dipetik dari www.suplemengki.com)

25 January 2015

Imlek dan Iman Kristen

Tanya: Apakah orang Kristen boleh merayakan Imlek?

Jawab: Kita mengetahui bahwa ada dua aspek budaya dalam perayaan Imlek, yaitu pertama sebagai budaya sosial dan kedua sebagai budaya religi. Sebagai budaya sosial, kita melihat Imlek dirayakan sebagai tahun baru menyambut musim semi dan mulai menanam padi dalam konteks kehidupan sosial masyarkat agraris dimana diadakan perayaan bersama yang dihadiri segenap keluarga maupun bagsa. Dalam hal ini tentu tidak ada salahnya kalau seorang beriman Kristen ikut merayakan Imlek bersama keluarganya.

18 January 2015

Votum, Apa Itu?

Di setiap ibadah Minggu pendeta atau pemimpin ibadah selalu memulainya dengan Votum. Apa sesungguhnya arti dan fungsi Votum dalam ibadah?

16 January 2015

Melihat Punggung Yesus



Aku sering membayangkan bahwa pekerja-pekerja yang menjalankan tugas-tugas gerejawi itu semakin hari harus semakin siap dan terbiasa melihat punggung Yesus. Atau lebih tepatnya, melihat Yesus dari balik punggung-Nya.