29 June 2014

Warna-warni Liturgis

Tata-warna liturgis adalah penandaan warna-warna dominan yang ditampilkan selama kebaktian berlangsung.  Pada kebaktian di GKI, warna-warni liturgis ditampilkan pada kain mimbar. Warna stola pendeta, busana pelayan liturgi dan hiasan-hiasan lainnya, dapat juga disesuaikan dengan warna-warna liturgis tersebut.


Ada lima warna liturgis di GKI.  Kelimanya adalah merah, ungu, hijau, putih dan hitam.

Merah berarti sukacita, semangat, kekuatan, pengorbanan dan keberanian.

Ungu berarti kemuliaan rajawi, pengharapan, pertobatan, penderitaan dan keprihatinan.

Hijau berarti kehidupan, pertumbuhan, keteduhan dan ketenteraman.

Putih berarti keagungan, kemuliaan, kebersihan, kesucian dan ketulusan.

Hitam berarti kedukaan, kegelapan dan kesepian.

Berikut ini pedoman pelaksanaan warna liturgis GKI:

Merah
Minggu Pentakosta
Penahbisan Pendeta
Peneguhan Pendeta
Emiritasi Pendeta
Pelembagaan Jemaat
Pelantikan BPMJ
Pelantikan BPMK
Pelantikan BPMSW
Pelantikan BPMS
Hari Reformasi
Hari Ulang Tahun Jemaat
Hari Ulang Tahun GKI
Hari Kemerdekaan RI

Ungu
Minggu-minggu Adven
Rabu Abu
Minggu-minggu Prapaskah
Kamis Putih

Hijau
Baptisan Tuhan Yesus Kristus
Minggu-minggu Biasa

Putih
Malam Natal
Natal
Minggu Epifani
Minggu Transfigurasi
Minggu Paskah
Minggu Kenaikan Tuhan Yesus
Minggu Kristus Raja
Tutup Tahun
Tahun Baru

Hitam
Jumat Agung
Pemakaman/Kremasi

Warna  Liturgi Mengikuti Tahun Gerejawi*
Baptisan Kudus
Perjamuan Kudus
Pengakuan Percaya/Sidi
Penerimaan Anggota
Pembaruan Pengakuan Percaya
Peneguhan Penatua
Peresmian Pos Jemaat
Peresmian Bakal Jemaat
Pelantikan BPMJ
Pelantikan BPJ

Sumber: Pedoman Pelaksanaan GKI, Peranti Gerejawi GKI

No comments:

Post a Comment